UNTUK ADIPURA, BENAHI RSUD DR. AJIDARMO.

advert
Selain Adipuran, monumen simbol kota

Selain Adipuran, monumen simbol kota

LEBAK- Untuk mendapatkan Piala Adipura memang tidak mudah. Kebersihan di tempat-tempat umum adalah tolak ukurnya. Oleh sebab itu, beberapa titik sarana umum harus lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah Kabupaten Lebak, terutama di RSUD Dr. Ajidarmo. Tempat pelayanan kesehatan masyarakat lebak itu dinilai negatif oleh tim pemantau Adipura. Saat Tim yang terdiri dari Kementrian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup propinsi Banten dan sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) melakukan pemantauan.

Dengan menggunakan camera digital dan Handycam, tim pemantau merekam empat puluh titik sarana umum yang ada di Lebak, jumat (13/11). Selain RSUD Ajidarmo beberapa tempat yang menjadi pantauan tim ini adalah kantor Pemerintah Daerah lebak, Alun-alun multatuli, sarana pendidikan, Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dan lain-lain.

Di RSUD Dr.Ajidarmo, tim pemantau menilai pengelolaan sampah di rumah sakit ini belum memenuhi prosedur yang betul. Diantaranya ialah sampah medis seperti jarum suntik, perban, dan selang infus yang masih disatukan dengan sampah organik. Selain itu tim juga menemukan banyak sampah medis yang dibuang di kotak sampah yang ada disetiap ruang tunggu. Padahal hal tersebut dapat menyebarkan virus terhadap orang yang berada disekitarnya.

Diungkapkan Sugeng Wachyono, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Ligkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup, berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh timnya diseluruh kota dan kabupaten se-Banten, untuk persoalan pengelolaan sampah di Kabupaten Lebak belum dmasukan dalam kategori baik.

“Selain itu hasil temuan di lapangan, penghijauan di Kabupaten lebak pun dinilai masih belum optimal. Terutama di jalan-jalan protokol dan beberapa lokasi perumahan,” tambahnya.

Dijelaskannya pula bahwa pemantauan ini akan menjadi bahan penilaian guna penyerahan penghargaan Adipura kepada kabupaten atau kota terbaik yang akan dilakukan pada hari lingkungan hidup 6 juni mendatang. (Rudi Gunawan)

  • Share/Bookmark

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

MENGOPTIMALKAN POTENSI TAMAN BACAAN MASYARAKAT

Oleh Gol A Gong
Beberapa kali saya kedatangan tamu yang selalu minta diajari membuat proposal pembuatan taman bacaan masyarakat. Mereka adalah para mahasiswa. Mereka menduga, bahwa saya mendirikan taman bacaan masyarakat bernama Rumah Dunia dengan membuat proposal. Saya katakan kepada mereka, bahwa Rumah Dunia tidak dibangun dengan proposal, tapi dengan kata-kata. Juga Rumah Dunia tidak dibangun [...]

Full Story | February 21st, 2010

Banten Kuliner

MAKANAN TRADISIONAL SERABI GURIH DAN ALAMI

SERABI GURIH DAN ALAMI

Oleh: Rama

Di pinggir jalan Bayangkara Sumampir Cilegon, atau tepatnya di depan Lapangan Bola Sumampir, Husen (50thn) tengah mendirikan sebuah tenda dagangannya dengan menggunakan terespal yang disangga oleh 4 batang kayu. Tenda sederhana berwarna biru itu cukup sederhana, hanya cukup melindungi dari sinar matahari ataupun air hujan yang tiba-tiba turun. Sementara Elia, istri [...]

Full Story | February 8th, 2010

advert

Wisata Banten

PEMANDIAN CIPANAS SEHAT DAN SEGAR

LEBAK – Selain mimpi jadi kota pelajar, Lebak yang belum lama berusia 181 tahun ini juga rupanya menyimpan banyak keindahan alam. Saya belum lama ini sempat coba-coba menelisik, mengunjungi dan menikmati bahkan tadinya ingin menjamah semua tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Lebak, baru sebagian saja sih, mengingat beberapa tujuan wisata masih cukup jauh dan [...]

Full Story | December 27th, 2009

advert

Cerpen

BABI NGEPET BUKU

Cerpen Langlang Randhawa*
Alkisah, Banten punya taman budaya yang megah. Gedung berlantai lima yang berdiri di atas tanah bekas gedung kegubernuran Banten itu ramai dengan diskusi mengalahkan hiruk-pikuk mall-mall. Selain berada di jantung kota dan mewah, fasilitasnya pun mengalahkan Gedung Putih Amerika; kenyamanan, keamanan, pelayanan, dan kebersihan sangatlah terjaga dan tertata. [...]

Full Story | March 9th, 2010

Novel

SEGERA “TEMBANG KAMPUNG HALAMAN” KARYA GOL A GONG

Nantikan di bulan Februari 2010, cerita bersambung “Tembang Kampung Halaman”  karya Gol A Gong – dulu Gola Gong. Cerita ini pernah dimuat di majalah HAI  tahun 1990-an dan diterbitkan jadi buku mungil oleh Gramedia. Menceritakan anak-anak kampung dari kampung yang agraris di wilayah pesisir utara, lalu mengalami perubahan sosial.  Mimpi-mimpi dilontarkan setinggi bintang dan ada [...]

Full Story | January 21st, 2010

Puisi

PUISI-PUISI DEA ANUGRAH

KEPADA PISAU

airmatamu mengalir
sampai jauh
pelan pelan menghampir kesunyianku.
***

BLUES BUAT PEREMPUAN R
di kotaku. di kotaku yang jauh ini
selalu kutemukan kilau senyummu
pada lampu lampu jalan, pada bau malam yang khas
juga pada dingin angin pelabuhan.
padahal hidup
hanya menunda kekalahan
seperti payung
yang perlahan lahan sobek
dikoyak moyak angin kencang jelek.
di kotaku.
di kotaku yang jauh ini
aku selalu mengingat senyummu
meski hidup hanya serupa
payung [...]

Full Story | March 9th, 2010