CILEGON – Ribuan warga yang mengatasnamakan Solidaritas Perjuangan Masyarakat Cilegon Menggugat demo Walikota Cilegon Tubagus Aat Syafaat (10/11). Mereka berasal dari para serikat buruh kontrak PT. Krakatau Steel dan unsur masyarakat umum. Mereka mendatangi kantor Walikota Cilegon dan menyatakan bahwa Walikota Cilegon sebagai penjajah dan raja maling.
Para pengujuk rasa nyaris bentrok dengan ratusan massa lainnya yang mendukung walikota yang berada di dalam kantor Walikota Cilegon. Untungnya, pihak kepolisian Polres Cilegon dapat mengendalikan adu bentrok massa pendukung dan pendemo walikota ini.
Ribuan massa ini datang dalam tiga tahap. Awalnya, masa datang dengan jumlah puluhan. Tak lama kemudian ratusan warga datang membentangkan baliho besar bertuliskan “Walikota Cilegon Aat Safaat penjajah dan raja maling”. Terakhir, ribuan massa kembali datang bergabung. Mereka berasal dari serikat buruh PT. Krakatau Steel Cilegon yang sejak Kamis 5 November lalu menuntut pembayaran dana Jamkesos.
Sejumlah tuntutan dari pengunjuk rasa mereka tujukan kepada Walikota Cilegon di antaranya mereka meminta pertanggungjawaban pengelolaan dana Jamsostek, pembebasan lahan Kubangsari, serta tuntut raja koruptor. Tak hanya itu, mereka juga menyatakan bahwa Walikota Cilegon telah berbuat sewenang-wenang dengan jabatannya untuk kepentingan pribadi. Bahkan mereka menilai Aat Safaat telah mengadu domba masyarakat. (BH)
SERANG—Lulusan dari Pendidikan Non Formal setara SMA yang sempat dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat kini sudah mendapat pengakuan dari masyarakat luas dan dunia lapangan kerja. Pasalnya pada Selasa (10/11) ujian nasional (UN) paket C tahap kedua digelar.
Dari 16 PKBM yang ada di Kota Serang, Dinas Pendidikan menunjuk 5 PKBM yang ada di 5 kecamatan bertindak sebagai penyelenggara ujian paket C tersebut, salah satunya PKBM Kuntum Mekar, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. Sebanyak 87 warga belajar yang mengikuti ujian nasional tersebut. Dengan mata pelajaran yang diujikan seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika. Ekonomi, PKN, Geografi dan Sosilogi.
Menurut Kabid Pendidikan Formal–Non Formal Dinas Pendidikan Kota Serang, Nur Salim menegaskan, “Peserta ujian Paket C setara SMA ini cukup membanggakan. Ini berarti Pendidikan Non Formal kejar Paket C sudah menjadi pilihan sebagai pendidikan alternatif.” Dan dalam 30 hari ke depan peserta yang mengikuti Ujian Nasional Paket C akan menerima hasil ujiannya, dan nilai rata-rata yang harus mereka raih, yaitu lima koma dua puluh lima. Ya berharap saja hal ini dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat agar terus memperhatikan pendidikan. Supaya dengan memiliki ijasa pendidikan kesetaraan SMA ini dapat meningkatkan taraf hidup yang lebih baik. [ND]
LEBAK-Kecanggihan teknologi ternyata tidak hanya memudahkan segala sesuatu, tetapi juga bisa menciptakan trend baru di masyarakat. Salasatunya adalah rekaman penyadapan telefon yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap anggodo, yang diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu. Kini rekaman tersebut telah beredar luas dan dijadikan sebagai nada panggil pribadi di Handphone-nya masing-masing.
Seperti yang terjadi di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Masyarakat biasa dan para pengguna facebook banyak yang menggunakan nada sambung tersebut sebagai nada sambung pribadi. Mereka mendapatkannya dari hasil mengunduh di internet atau dengan mendapatkannya dari HP teman-temannya melalui Bluetooth.
Di akui Usep, salah seorang warga Rangkasbitung, bahwa memakai nada sambung ini bukan semata-mata trend saja, Tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Saya juga yakin jika rekaman itu adalah upaya untuk menjatuhkan nama baik KPK,” ujarnya mantap. (Rudi Gunawan)
LEBAK- Untuk mencegah penyebaran penyakit dari hewan kurban kepada manusia, Dinas Peternakan Kabupaten Lebak melakukan pemeriksaan ke sejumlah tempat penjualan hewan kurban di Rangkasbitung, rabu (10/9). Dalam pemeriksaannya petugas Dinas Peternakan memberikan pengobatan secara dini terhadap hewan yang sakit. Untuk mendeteksi sakit atau tidaknya hewan kurban tersebut, petugas memeriksa mulut setiap hewan kurban. Jika ditemukan hewan yang sakit, petugas segera melakukan pencegahan dini.
Diungkapkan Hanik, petugas Dinas Peternakan Kabupaten Lebak, bahwa dengan memeriksa setiap hewan kurban, mudah-mudahan penyebaran penyakit dari hewan ke manusia dapat diminimalkan. Disamping itu petugas langsung mengobati hewan yang sakit misalkan menyemprotkan cairan obat berwarna biru terhadap hewan kurban yang menderita sakit flu. Selain itu pihaknya juga melakukan pengecekan terhadap surat kesehatan yang seharusnya dapat didapat penjual hewan dari tempatnya membeli.
“Dengan pemeriksaan yang dilakukan jauh-jauh hari sebelum datangnya hari raya Idul Adha, Diharapkan semua hewan yang akan dipotong pada hari raya tersebut benar-benar sehat,” jelas dokter hewan ini menambahkan.
Tetapi ternyata pemeriksaan dan penyemprotan obat berwarna biru di mata kambing tersebut menimbulkan kehawatiran tersendiri bagi Yudi. “Saya khawatir dengan sisa warna yang ditinggalkan di mata kambing membuat pembeli enggan membeli kambing saya,” jelas penjual hewan kurban ini. (RG)
Gola Gong | Essay | November 10th, 2009 Comments Off
Firman (ki) dan saya (ka) mengelola Rumah Dunia
Oleh Gol A Gong
Pernahkah kita bertanya pada buku, yang teronggok berdebu di rak perpustakaan rumah kita? Apa yang sudah kita perbuat dengan kekuatan makna katanya? lanjutkan membaca »
Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]
SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]
Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]
Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]
Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]
TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]