PUISI-PUISI RAHMAT HELDY HS
Gola Gong | Puisi | November 9th, 2009 | No Comments »

Suasana perempatan Ciceuri, Serang
1.
AKU YANG DITERBANGKAN ANGIN
Maafkan bila aku datang
Hanya membawa langit hampa
Aku dilahirkan dari semak ladang tandus
Dan laut kering yang tak bisa menghidupi ikan-ikan
Apalagi mengarungi lautan
Tapi dari tatap jauh yang kupandang
Di pinggir pantai
Ada sampan dan segeromobolan kunang –kunang
Yang mengitari lautan
Yang mengantarkanku ke negri jauh
Negri tempatmu berpijak dari gemuruh ombak
Aku mulai berangkat
Merunduk dikeheningan malam
Sampai sunyi kali mati
Tempat batu menjaga lumut
Dan angin menjaga musim
Karena angin yang mengendap
Dan kunang-kunang mulai gelap
Aku pun bediri di suatu tempat
“Lihatlah! Kubawakan kerang tripang dan dan sinar bulan
yang terang benderang menghias wajahmu.”
*) Serang, 2009
***
2.
AKU YANG TERSEKAP DI KAMAR
Melihat tubuhmu terbakar
Di atas ranjang tua beludru
Dan bantal warna ungu
Tempatmu memeluk kisah dan harapan
Tetapi
Sepanjang malam-malam yang kita lalui
Kita dengar lolong anjing tua
Dan rumah tetangga sebelah yang terbatuk-batuk
Karena asap mengepung kampung
Dari tanah dan pohon yang menangis di sebrang sana
Hilang kisah dan harapan
Anjing tua penuh dengan kudis dan nasib targis
Malam gamang
Dan bulan tak terang
Ada angin yang menabrak pintu kita
Pintu tempat menutup dan membuka kisah
Dari hari-hari yang resah
Tahukah engkau, Yu
Malam hitam yang bertahun-tahun kita kisahkan
Kini pecah dibawa angin ke penjuru arah
dan tak tahu dimana tempatnya
Kecuali sisa percekcokan
Api yang membakar tanah dan sumpah serapah
*) Serang, 25 Juli 2009
***
3.
SUARA POHON
Kau dengar suara pohon?
Menjerit-jerit ketika pagi tiba
Merambat ke sulur bathin
Yang tak pernah sampai ke tubuhmu
Tapi setiap pohon yang menangis
Setiap itu pula keinginan dan harapan mengambang
Aku tak menghendaki kehadiranmu mati
Di tepi hutan ini
Rantai besi yang menggesek pohon-pohon
Dan membredel isinya adalah luka
Yang nganga tempat segala burung-burung terusir dari mimpi
Tapi diujung jalan yang berkelok
Wajahmu terpacak karena musim pergi
Bersama burung-burung yang mati di tepi kali karena sunyi.
*) Kaki Gunung Pinang, Juli 2009
***
4.
Di Hutan Sepi
Ada asap yang mengepul
Yang dibakar dari daun-daun
Tapi diujung waktu yang berlalu
Kita adalah sekawanan asap yang memblukari
Jadah musim di hening bathin
*) Serang, 2009
***
5.
SUNYI YANG MATI
Di kamar ada sebuah cermin
Tempat berkaca diri
Dari sunyi yang mati
Dan tempatku menulis puisi
*) Serang, 2009
Rahmat Heldy HS, penulis, lulus dari SDN Gegeneng, melanjutkan ke SMPN I Waringinkurung dan Madrasah Aliyah Palas-Cilegon. Kemudian melanjutkan kuliah di Untirta Banten dan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan dari Fakultas Bahasa dan Sastra tahun 2004. Karyanya berupa; Puisi, Cerpen, Artikel, Resensi Buku dan Essei Budaya, menghiasi berbagai media massa baik lokal maupun nasional. Di antaranya; Journal Imaji Indonesia. Harian Banten (sekarang Radar Banten), Fajar Banten, Majalah Advokasi Sigma, Majalah Dinamika Ummat, Buletin Menara Banten, Tabloid Banten, Tabloid Wacana, Majalah Islam Sabili, Majalah Katarsis, Kaibon, Horison, dan Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Banten. Karya-karyanya yang lain adalah, Tim penulis Skenario Film Dokumenter Banten (View Of Banten, 2004), Film Senja Di Lereng Bukit (2005), kumpulan cerpennya; Bunga Terakhir Untukmu (kebun Sastra; 2006). Kumpulan puisi Jalan Menuju Sang Pencipta (Kebun Sastra; 2006) dan buku Kumpulan Artikel dan Essai (Kebun Sastra; 2006). Kumpulan Puisi Tunggalnya Kampung Ular (Lambung Banten; 2009), serta puisinya masuk dalam antologi puisi Candu Rindu (Kubah Budaya; 2009). Pernah juga menjabat sebagai sekertaris Masyarakat Seni Kafe Ide, seni teater Untirta Banten tahun 2002-2003. Menjadi anggota menulis di Rumah Dunia angkatan ke-3. Menjadi penulis lepas (Free Lines), dan Reporter majalah Zona Misteri peliputan Banten 2004-2005. Pernah juga menjadi sekertaris Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), tingkat Rayon Barat-Serang. Dan sekarang aktif di Komunitas untuk Perubahan Budaya Banten (Kubah Budaya). Prestasi yang pernah diraih; juara III cipta cerpen, GBSI Untirta tahun 2004, juara I cipta cerpen GBSI Untirta 2007, juara II cipta puisi GBSI 2007 dan juara I lomba baca puisi piala Bupati Serang 2007, juara I cipta puisi GBSI Untirta 2008. Juara II baca Puisi 2008 dan juara III membaca cerpen 2008. Penulis juga Bekerja di lembaga pendidikan SMP-SMA Al Irsyad Waringinkurung, Serang-Banten. Kadang juga menjadi asisten dosen dan pembicara di beberapa kampus dan sekolah. Tingal di Kampung Bojong Rt. 02/03 Ds. Sukadalem. Kecamatan Waringinkurung, Serang-Banten. Kode pos 42161 Hp. 081 808 689 794 /(0254) 722 5163. Email: sastra_waringin@yahoo.co.id




Leave a Reply