MGMP KABUPATEN SERANG GELAR LOMBA BACA PUISI

advert

Pembacaan puisi di Banten Songo

Pembacaan puisi di Banten Songo

SERANG –Dalam rangka meningkatkan kemampuan apresiasi siswa terhadap sastra, maka, pada hari sabtu (7/11) kemarin, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Kabupaten Serang, mengadakan lomba baca puisi tingkat SMP Se- Kabupaten Serang, bertempat di Gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Serang di Penancangan. Pada perlombaan tersebut, yang diadakan sejak pukul ; 08.-01 siang, dan  diikuti oleh 32 peserta dari seluruh sekolah SMP Se- Kabupaten Serang. Bertindak sebagai dewan juri; Toto St. Radik (Penyair nasional), Firman Venayaksa (Dosen Untirta dan Presiden Rumah Dunia) dan Rahmat Heldy HS (Penyair Muda Banten dan Guru Bahasa dan Sastra di SMP-SMA Al Irsyad Banten).

Toto St. Radik, dalam sambutannya sebagai perwakilan dewan juri, menyampaikan ihwal penilaian, “Dalam hal penilaian ada tiga aspek yang menjadi penilaian dewan juri; yaitu vocal, penghayatan dan penampilan,” katanya. Lebih lanjut Toto menjelaskan “Selain tiga aspek tadi yang dianggap penting, maka penting pula para peserta untuk menjaga emosi dalam bacaan, sebab, ketika seseorang sudah pada taraf bacaan yang tinggi, maka kesalahan bisa sering terjadi, seperti; kesalahan bacaan, hilangnya baris dalam bacaan.  Dan juga keceletot lidah,”imbuhnya.

Dari perlombaan menyambut Bulan Bahasa tersebut, dengan sangat alot dan penuh kehati-hatian,  akhirnya ketiga dewan juri, memutuskan pemenang dalam lomba baca puisi tersebut, diantaranya; juara I diraih oleh Yeti Hildian dengan nilai 679 pesetra nomor urut 4 perwakilan dari SMPN 2 Waringinkurung, Juara II diraih oleh Istiqomah dengan nilai 677 peserta nomor 16 perwakilan dari SMPN I Mancak dan juara III diraih oleh Lia Nujulia dengan total nilai 676 perwakilan dari SMPN I Kramatwatu. Setelah para pemenang dibacakan dan diberi piala, atas desakan para guru selaku pembimbing, akhirnya, para dewan juri diminta untuk membacakan puisi. Rahmat Heldy HS, membacakan puisi “Kerawang-Bekasi” karya: Taufik Ismail, Firman Venayaksa memabaca puisi WS Rendra dengan judul “Terbunuhnya Atmokarpo” dan Toto ST Radik membaca puisi Taufik Ismail “Tukang Rambutan” dengan membacanya ketiga dewan juri diharapkan apresisai baca puisi tingkat SMP Se-Kabupaten Serang terus dapat ditingkatkan*** (Rahel)

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010