RUMAH KITA DI BANTEN

advert
Rumah Idaman Keluarga

Rumah Idaman Keluarga

http://lydiarachman.multiply.com/reviews/item/2

Aku taburkan rumput di halaman belakang
di antara pohon lengkeng dan mangga
sudah tumbuhkah bunganya?
Aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak
di seberang istana merpati yang tak pernah terkurung
karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh
melihat angkasa dan bintang-bintang
dari atap rumah kita

Aku akan ceritakan kelak
pada anak-anak tentang matahari, bulan, laut,
gunung, pelangi, sawah, bau embun, dan tanah.
Aku ajari anak-anak mengerti hijau rumput
Warna bunga dan suara.

***

Buku ini bercerita tentang Gola Gong & Tyas Tatanka, mulai cerita sebelum menikah, “manisnya setelah pernikahan”, masa hamil & ngidam dan cerita detik-detik menjalang melahirkan. Uniknya di buku ini dalam satu cerita yang sama ada dua sudut pandang yang berbeda, sudut pandang pria dan sudut pandang wanita. Cerita versi Gola Gong dan versi Tyas Tatanka.

Buku ini dibagi menjadi 4bab, Merenda Masa Depan, Jalan Setapak, Mata Air Kebahagiaan, dan Anugerah Terindah.

Bab “Merenda Masa Depan”; kita dihadapkan pada suasana hati sebelum menikah, idealisme seorang laki-laki, rasa hati menjelang pernikahan dan rasa ikhlas Tyas untuk berhenti bekerja.

“Padanyalah saya bersandar kemudian, menyerahkan kodrat saya sebagai istri. Memintanya untuk menjadi imam dan pengawas kadar iman saya. Bukankah kelak saat hari akhir tiba para suami akan ditanya perihal istrinya?” (page 40)

Bab “Jalan Setapak” menceritakan tentang mimpi dan obsesi pasangan ini untuk membuat Rumah Dunia, walaupun saat itu Gola Gong sempat opname, tapi mereka tetap bersemangat.

Bab “Mata Air Kebahagiaan” menceritakan tentang morning sickness, rasa sensitif khas ibu-ibu hamil, dan ngidam permen cak-cak, permen warna-warni yang bentuknya spt telur cicak.  Merasakan tendangan pertama sang bayi dan kesibukan mencari nama yang nyentrik. Nama “Dini Hari Menjelang” untuk anak perempuan dan “Fajar Senantiasa Bersinar” untuk anak laki-laki ini versinya Gola Gong. Sedangkan “Nabila Nurkhalishah” dan “Gabriel Firmansyah” ini pilihannya Tyas Tatanka.
Bab “Anugerah Terindah” menceritakan proses persalinan dengan detail. Aaaah… beneran, bikin hati mengharu-biru, membayang proses kontraksi yang 2 hari.

Intinya buku ini menceritakan keinginan Gola Gong & Tyas Tatanka untuk membangun “Rumah Kita-Rumah Dunia” tentang pola parenting dan kecintaannya terhadap Banten. (*)

  • Share/Bookmark

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

PENGHARGAAN ITU…

Oleh Gol A Gong
Sekitar 2004, KNPI Banten mendatangi aku. Mereka berkehendak memberi anugrah pemuda pelopor kepadaku. Dengan segala hormat aku menolak. Tapi press release kadung menyebar. Pemberian penghargaan itu dilakukan di restoran Istana Nelayan, Tangerang. Aku sempat “dicemooh”, karena dianggap “menjilat ludah sendiri” oleh para aktivis mahasiswa di Banten. Apa pasal? Aku adalah termasuk orang [...]

Full Story | February 1st, 2010

Banten Kuliner

MAKANAN TRADISIONAL SERABI GURIH DAN ALAMI

SERABI GURIH DAN ALAMI

Oleh: Rama

Di pinggir jalan Bayangkara Sumampir Cilegon, atau tepatnya di depan Lapangan Bola Sumampir, Husen (50thn) tengah mendirikan sebuah tenda dagangannya dengan menggunakan terespal yang disangga oleh 4 batang kayu. Tenda sederhana berwarna biru itu cukup sederhana, hanya cukup melindungi dari sinar matahari ataupun air hujan yang tiba-tiba turun. Sementara Elia, istri [...]

Full Story | February 8th, 2010

advert

Wisata Banten

PEMANDIAN CIPANAS SEHAT DAN SEGAR

LEBAK – Selain mimpi jadi kota pelajar, Lebak yang belum lama berusia 181 tahun ini juga rupanya menyimpan banyak keindahan alam. Saya belum lama ini sempat coba-coba menelisik, mengunjungi dan menikmati bahkan tadinya ingin menjamah semua tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Lebak, baru sebagian saja sih, mengingat beberapa tujuan wisata masih cukup jauh dan [...]

Full Story | December 27th, 2009

advert

Cerpen

AYAT PEREMPUAN

Oleh Toto ST Radik
Sesungguhnya saya tak pernah ingin menceritakan kejadian ini. Saya telah berjanji kepada diri sendiri untuk menyimpannya rapat-rapat dalam ingatan saya, semacam kenangan pribadi. Tapi entah mengapa, ketika pada suatu malam saya bertemu tukang cerita itu, saya tak mampu menahan diri untuk tidak bercerita kepadanya. Padahal sembilan tahun sudah kejadian itu saya simpan [...]

Full Story | January 25th, 2010

Novel

SEGERA “TEMBANG KAMPUNG HALAMAN” KARYA GOL A GONG

Nantikan di bulan Februari 2010, cerita bersambung “Tembang Kampung Halaman”  karya Gol A Gong – dulu Gola Gong. Cerita ini pernah dimuat di majalah HAI  tahun 1990-an dan diterbitkan jadi buku mungil oleh Gramedia. Menceritakan anak-anak kampung dari kampung yang agraris di wilayah pesisir utara, lalu mengalami perubahan sosial.  Mimpi-mimpi dilontarkan setinggi bintang dan ada [...]

Full Story | January 21st, 2010

Puisi

PUISI-PUISI TUBAGUS AR-RAYYAAN

Puisi-puisi Tubagus Ar-Rayyaan
KOTAKU

Sudah lama kunang-kunang tak lagi bagian malammu
tuhan terpaksa mengubah kerlipnya menjadi lampu-lampu hias
mengganti sayapnya dengan papan-papan kaligrafi
dan memaksa deriknya berganti desing lalulalang kendaraan.
Mereka pergi entah kemana
aku rindu, seperti tanah rindukan hentakan kaki bocah
berlari-larian bermain bebentengan
juga pepohonan, melambai-lambai menyapa perkakas penduduk
kala gotong royong di halaman rumahmu.
Aku ingin berbaring, tiduran di tajug sebelah [...]

Full Story | February 8th, 2010