WARGA TEMUKAN BOM 40 KILOGRAM

advert

LEBAK-Bom aktif seberat 40 kilogram ditemukan Komarudin, seorang pencari kayu di dasar sungai Ci Berang pada hari rabu (4/11) pukul 11 siang kemarin. Penemuan ini bermula saat ia tengah mencari kayu di pinggir sungai Ciberang. Tanpa sengaja menginjak sesuatu di dasarnya.

Komarudin juga menjelaskan jika awalnya ia mengira bom itu tiang listrik. Makanya ia sempat memukulnya dengan linggis yang dibawanya. Namun karena penasaran Komarudin mengangkatnya ke rakit. Karena belum mengetahui kalo benda yang ditemukannya itu adalah bom, ia membiarkan benda tersebut teronggok begitu saja sampai sore di rakitnya. Saat hari hampir malam, ia meminta kedua tetangganya untuk membantu membawa bom tersebut ke kampungnya. Setelah diamati dengan seksama dua tetangga Komarudin pun curiga kalau benda tersebut adalah bom. Kemudian mereka pun segera mengabarkannya ke aparat desa setempat.

“Atas inisiatif beberapa warga, kami segera melaporkan penemuan bom tersebut ke kantor polisi terdekat,” cerita Komarudin.

Beberapa saat kemudian polisi pun berdatangan ke lokasi yang kemudian disusul dengan kedatangan tim Gegana Brimob Polda Banten. Menurut hasil penelitian sementara, Brimob Polda Banten, Kompol Murbadja mengatakan bom aktif seberat 40 kilo gram tersebut diperkirakan peninggalan masa perang dunia kedua. Jenis bom ini adalah bom pesawat.

“Untuk pengamanan, Tim Gegana Brimob Polda Banten membawa bom tersebut ke markas brimob Polda banten di Serang,” jelasnya. (Rudi Gunawan)

Share

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010