TIGA KAMPUNG DI RANGKASBITUNG MASIH TERTINGGAL
rumahdunia | Warta Banten | November 6th, 2009 | No Comments »
LEBAK- Sungguh ironis, tiga kampung yang berada di ibu kota Kabupaten Lebak, tepatnya di Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, tingkat pendidikan warganya masih tertinggal jauh. Hampir sembilan puluh persen penduduknya hanya tamatan Sekolah Dasar (SD). Minimnya tingkat pendidikan di kampung tersebut selain dikarenakan sulitnya akses sekolah, pun rendahnya pendapatan ekonomi warganya. Ketiga kampung tersebut adalah Kampung Cihiang, Gedogan, dan Judan.
Diakui Sujana, lurah setempat bahwa minimnya tingkat pendidikan warga di ketiga kampung tersebut disebabkan lemahnya pendapatan ekonomi mereka yang mayoritas hanya bekerja sebagai buruh di Perusahaan Tinggi Perkebunan Nusantara (PTPN) yang mengelola perkebunan sawit di daerah tersebut.
“Dengan pendapatan 8000-25,000 perhari membuat warga kami hanya bisa mencukupi kebutuhan makan sehari-hari. Walaupun sekarang biaya pendidikan gratis, namun untuk membeli buku pelajaran sekolah bagi warga masih teramat berat,” tambahnya.
Sementara itu Adna, tokoh pemuda Cihiyang mengatakan bahwa selain faktor ekonomi yang menjadi alas an utama, persoalan jarak tempuh yang mencapai 4 kilometer untuk sampai ke sekolah adalah faktor lain. Saat ini di kampungnya yang berpenghuni 500 jiwa lebih hanya empat orang yang melanjutkan ke tingkat SMP. Sementara yang melanjutkan ke tingkat SMA hanya satu orang.Lain halnya di Kampung Judan. Syarur Sabar menceritakan bahwa warga di kampungnya hingga saat ini tak satupun yang bisa melanjutkan sekolah ke tingkat SMP apalagi SMA.
Dengan jarak yang hanya 5 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten lebak, seharusnya pemerintah Kabupaten bisa cepat tanggap. Bukan hanya berpangku tangan. (Rudi Gunawan)




Leave a Reply