TIGA KAMPUNG DI RANGKASBITUNG MASIH TERTINGGAL

advert

LEBAK- Sungguh ironis, tiga kampung yang berada di ibu kota Kabupaten Lebak, tepatnya di Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, tingkat pendidikan warganya masih tertinggal jauh. Hampir sembilan puluh persen penduduknya hanya tamatan Sekolah Dasar (SD). Minimnya tingkat pendidikan di kampung tersebut selain dikarenakan sulitnya akses sekolah, pun rendahnya pendapatan ekonomi warganya. Ketiga kampung tersebut adalah Kampung Cihiang, Gedogan, dan Judan.

Diakui Sujana, lurah setempat bahwa minimnya tingkat pendidikan warga di ketiga kampung tersebut disebabkan lemahnya pendapatan ekonomi mereka yang mayoritas hanya bekerja sebagai buruh di Perusahaan Tinggi Perkebunan Nusantara (PTPN) yang mengelola perkebunan sawit di daerah tersebut.

“Dengan pendapatan 8000-25,000 perhari membuat warga kami hanya bisa mencukupi kebutuhan makan sehari-hari. Walaupun sekarang biaya pendidikan gratis, namun untuk membeli buku pelajaran sekolah bagi warga masih teramat berat,” tambahnya.

Sementara itu Adna, tokoh pemuda Cihiyang mengatakan bahwa selain faktor ekonomi yang menjadi alas an utama, persoalan jarak tempuh yang mencapai 4 kilometer untuk sampai ke sekolah adalah faktor lain. Saat ini di kampungnya yang berpenghuni 500 jiwa lebih hanya empat orang yang melanjutkan ke tingkat SMP. Sementara yang melanjutkan ke tingkat SMA hanya satu orang.Lain halnya di Kampung Judan. Syarur Sabar menceritakan bahwa warga di kampungnya hingga saat ini tak satupun yang bisa melanjutkan sekolah ke tingkat SMP apalagi SMA.

Dengan jarak yang hanya 5 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten lebak, seharusnya pemerintah Kabupaten bisa cepat tanggap. Bukan hanya berpangku tangan. (Rudi Gunawan)

  • Share/Bookmark

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

BE A WRITER: DARI YANG REGULER HINGGA EXCLUSIVE”

Pingin jadi pengarang? Penuli skenario? Jangan pusing-pusing. Untuk mengisi liburan pelajar/mahasiswa, yuk, kita isi dengan kegiatan bermanfaat.
REGULER
Ada paket murah-meriah di Taman Bacaan Masyarakat “Rumah Dunia”. Paket Kelas Menulis “Be a Writer” reguler di Rumah Dunia. Kalo mau jadi novelist dan penulis skenario, gabung di sini. Biaya Rp. 150.000,-. Gratis buku “Be a Writer” karya Gol [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | May 20th, 2010

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa*
Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari tabung [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong
MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak mengganggu [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK
I.
“ora et labora”
di pertigaan jalan menuju rumah
beberapa tukang becak menyemadikan nasib
: bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha
- memejam di tempat duduk
masingmasing-
II.
“nrimo ing pandum”
kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan
begitu saja kepada puingan matahari dan purnama
mereka mengabadikannya sebagai penanda becak
yang telah menerima dan menemukan kesadaran bahwa
lapar dan haus adalah
foto-doa
III.
“kerja adalah ibadah”
di sisi adzan,
kretek [...]

  • Share/Bookmark

Full Story | July 18th, 2010