ORANGTUA ADALAH SAHABAT PALING SETIA ANAK
rumahdunia | Jawara | November 5th, 2009 | 1 Comment »
Seolah tak pernah berhenti, Isbandi (36) terus menuai prestasi ditengah padatnya rutinitas kesehariannya. Sabtu 26 Januari 2008, ia dinobatkan sebagai juara pertama lomba menulis seputar satu partai politik Indonesia, di Jakarta. Selain itu, sekertaris Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) ini sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan Short Diplomatic Practise II, bertajuk “Actualizing Diplomacy Toward the Changing and Competitive World” dengan Negara tujuan: Singapura, Malaysia, dan Thailand.
KERBAU
Masa kecil bagi pria kelahiran Tangerang 5 Oktober 1972 adalah hal yang menyenangkan. Baginya, proses pembelajaran dan sosialisasi anak dimulai di sini. Bila di kota ada out bond modern. Di kampung, out bond alamiah saja. Gatrik dan klereng sebagai mainan kecil suami dari Nurut Tamamah (30) ini, diakuinya mempengaruhi kecerdasan, karena di dalamnya ada peran dan keputusan. “ Dulu, saya suka naik kerbau. Suatu hari kerbau itu nyebur ke empang, saya tidak bisa turun. Karena saya tidak berani mengambil keputusan untuk segera turun, jadilah, saya sendirian di tengah empang sambil menangis,” ungkapnya sambil tertawa.
Mengenai minat baca, bagi ayah 3 anak ini, sudah tumbuh sejak kecil. “Orang tua langganan koran nasional. Saya ikut baca si Doyok, ngisi teka-teki silang, dan mewarnai gambar-gambar surealis pignete,” ujar anak ke 7 dari 7 bersaudara pasangan H. Addiwinata (Alm) dan Hj. Sukmariah ini. Dari hobi itu, Isbandi yang senang pelajaran Matematika dan Ilmu Pendidikan Sosial ini meraup prestasi. Dari juara kelas, lomba cerdas cermat, lomba lukis nasional, berkreasi lewat kaleng bekas yang dijadikan miniatur kursi, hingga diminta membuat gambar animasi hiasan jadwal kelas di beberapa sekolah. “Setiap sekolah, saya dibayar Rp. 3000,-. Uang itu dibelikan kambing hingga beranak,” ujar pria yang waktu kecil suka nonton si Unyil dan Pak Tino Sidin di TVRI. Dalam hal wirausaha, orangtuanya juga berperan. Saat kelas 1 SD, ia berjualan es mambo dan buruh angkut batu bata. “Upahnya satu rupiah perbata. Namanya anak-anak, ya seneng-seneng saja. Toh, Orangtua tidak memaksa. Sekuatnya saja,” kenang laki-laki menyukai film-film Jacky Chan.
ISTIKHOROH
Berbicara lawan jenis, pria yang juga jago musik dan melukis ini mengaku sudah suka pada wanita saat masih SD. Tak tanggung-tanggung, wanita itu gurunya sendiri. “Saat itu saya suka, karena beliau pintar dan cerdas. Hanya pengagum setia saja,” tutur Isbandi. Meski demikian, pria yang terkenal pendiam saat di SMP, mulai akrab dengan lawan jenis saat SMA. “Yah, kurang lebih 10 lebih gadis yang pernah akrab dengan saya, “ ujarnya. Untuk urusan berumah tangga, ia baru memikirkannya setelah bekerja di STIA Maulana Yusuf Serang. Sadar istri adalah teman hidup selamanya, ia pun melakukan shalat istikharah. “Saya bermimpi ada bulan menyinari mushala, dan terteralah nama Nurut Tamamah, yang kini alhamdulillah sudah jadi istri,” ujar mantan Duta Keraton Serang pada festival Keraton Nasional di Cirebon (1997), dengan istri sebagai ratunya. Isbandi mengaku, pernikahannya hampir batal. Pasalnya, sang ayah wafat lima hari sebelum pernikahan dirayakan. “Tapi, Insya Allah, kalau sudah jodoh tak akan ke mana,” papar salah satu penulis lepas media cetak di Banten ini.
KELUARGA
Bagi pria yang kini menjabat ketua ASMI Prima Graha Serang ini, keluarga adalah segalanya. Terutama anak. “Bagi saya anak adalah harta saya. Saya akan merawatnya sebaik dan sebisa saya. Karena, bagi anak, tak ada sahabat paling setia selain orangtua,” tuturnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Nurut Tamamah, sang istri. “Meski saya juga bekerja sebagai bendahara di kampus, tapi waktu saya lebih banyak dengan anak-anak.” Ujar perempuan yang motonya selalu sabar ini.
Terkait masalah pendidikan anak, Isbandi yang juga pembina Band di kampus miliknya, dirinya tak pernah mengekang. “Orangtua mengarahkan saja. Biarkan anak-anak menjalani minat belajarnya,” Ujar laki-laki pengagum SLANK dan Mata Band yang sempat mendirikan grup band “Feels” dan lagu-lagunya sering diputar di radio PBS pada acara JJS atau jalan-jalan santai. [LR]
BOKS
BIODATA
Nama : Isbandi
Lahir : Tangerang, 5 Oktober 1972
Alamat : Jl. Letnan Djidun No.5 Lontar Baru
Istri : Nurut Tamamah
Anak : 1. Faradilla Asyatama (9 thn)
2. Fadhlika Ardiansyah (2 thn)
3. Fahira Dita Azzahra (1 thn)
Motto : Sebaiknya manusia adalah yang memberi manfaat bagi sesama




December 23rd, 2009 at 12:40 am
semoga menjadi teladan bagi sesama.,…salam