ORANGTUA ADALAH SAHABAT PALING SETIA ANAK

advert

isbandi_istriSeolah tak pernah berhenti, Isbandi (36) terus menuai prestasi ditengah padatnya rutinitas kesehariannya. Sabtu 26 Januari 2008, ia  dinobatkan sebagai juara pertama lomba menulis seputar satu partai politik Indonesia, di Jakarta. Selain itu, sekertaris Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) ini sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan Short Diplomatic Practise II, bertajuk “Actualizing Diplomacy Toward the Changing and Competitive World” dengan Negara tujuan: Singapura, Malaysia, dan Thailand.

KERBAU

Masa kecil bagi pria kelahiran Tangerang 5 Oktober 1972 adalah hal yang menyenangkan. Baginya, proses pembelajaran dan sosialisasi anak dimulai di sini. Bila di kota ada out bond modern. Di kampung, out bond alamiah saja. Gatrik dan klereng sebagai mainan kecil suami dari Nurut Tamamah (30) ini, diakuinya mempengaruhi kecerdasan, karena di dalamnya ada peran dan keputusan. “ Dulu, saya suka naik kerbau. Suatu hari kerbau itu nyebur ke empang, saya tidak bisa turun. Karena saya tidak berani mengambil keputusan untuk segera turun, jadilah, saya sendirian di tengah empang sambil menangis,” ungkapnya sambil tertawa.

Mengenai minat baca, bagi ayah 3 anak ini, sudah tumbuh sejak kecil. “Orang tua langganan koran nasional. Saya ikut baca si Doyok, ngisi teka-teki silang, dan mewarnai gambar-gambar surealis pignete,” ujar anak ke 7 dari 7 bersaudara pasangan H. Addiwinata (Alm) dan Hj. Sukmariah ini. Dari hobi itu, Isbandi yang senang pelajaran Matematika dan Ilmu Pendidikan Sosial ini meraup prestasi. Dari juara kelas, lomba cerdas cermat, lomba lukis nasional,  berkreasi lewat kaleng bekas yang dijadikan miniatur kursi, hingga diminta membuat gambar animasi hiasan jadwal kelas di beberapa sekolah. “Setiap sekolah, saya dibayar Rp. 3000,-. Uang itu dibelikan kambing hingga beranak,” ujar pria yang waktu kecil suka nonton si Unyil dan Pak Tino Sidin di TVRI. Dalam hal wirausaha, orangtuanya juga berperan. Saat kelas 1 SD, ia berjualan es mambo dan buruh angkut batu bata. “Upahnya satu rupiah perbata. Namanya anak-anak, ya seneng-seneng saja. Toh, Orangtua tidak memaksa. Sekuatnya saja,” kenang laki-laki menyukai film-film Jacky Chan.

ISTIKHOROH

Berbicara lawan jenis, pria yang juga jago musik dan melukis ini mengaku sudah suka pada wanita saat masih SD. Tak tanggung-tanggung, wanita itu gurunya sendiri. “Saat itu saya suka, karena beliau pintar dan cerdas. Hanya pengagum setia saja,” tutur Isbandi. Meski demikian, pria yang terkenal pendiam saat di SMP, mulai akrab dengan lawan jenis saat SMA. “Yah, kurang lebih 10 lebih gadis yang pernah akrab dengan saya, “ ujarnya. Untuk urusan berumah tangga, ia baru memikirkannya setelah bekerja di STIA Maulana Yusuf Serang. Sadar istri adalah teman hidup selamanya, ia pun melakukan shalat istikharah. “Saya bermimpi ada bulan menyinari mushala, dan terteralah nama Nurut Tamamah, yang kini alhamdulillah sudah jadi istri,” ujar mantan Duta Keraton Serang pada festival Keraton Nasional di Cirebon (1997), dengan istri sebagai ratunya. Isbandi mengaku, pernikahannya hampir batal. Pasalnya, sang ayah wafat lima hari sebelum pernikahan dirayakan. “Tapi, Insya Allah, kalau sudah jodoh tak akan ke mana,” papar salah satu penulis lepas media cetak di Banten ini.

KELUARGA

Bagi pria yang kini menjabat ketua ASMI Prima Graha Serang ini, keluarga adalah segalanya. Terutama anak. “Bagi saya  anak adalah harta saya. Saya akan merawatnya sebaik dan sebisa saya. Karena, bagi anak, tak ada sahabat paling setia selain orangtua,” tuturnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Nurut Tamamah, sang istri. “Meski saya juga bekerja sebagai bendahara di kampus, tapi waktu saya lebih banyak dengan anak-anak.” Ujar perempuan yang motonya selalu sabar ini.

Terkait masalah pendidikan anak, Isbandi yang juga pembina Band di kampus miliknya, dirinya tak pernah mengekang. “Orangtua mengarahkan saja. Biarkan anak-anak menjalani minat belajarnya,” Ujar laki-laki pengagum SLANK dan Mata Band yang sempat mendirikan grup band “Feels” dan lagu-lagunya sering diputar di radio PBS pada acara JJS atau jalan-jalan santai. [LR]

BOKS

BIODATA

Nama              : Isbandi

Lahir               : Tangerang, 5 Oktober 1972

Alamat            : Jl. Letnan Djidun No.5 Lontar Baru

Istri                  : Nurut Tamamah

Anak               : 1. Faradilla Asyatama (9 thn)

2. Fadhlika Ardiansyah (2 thn)

3. Fahira Dita Azzahra (1 thn)

Motto              : Sebaiknya manusia adalah yang memberi manfaat bagi sesama

Share

One Response to “ORANGTUA ADALAH SAHABAT PALING SETIA ANAK”

  1. peter lau Says:

    semoga menjadi teladan bagi sesama.,…salam

Leave a Reply

advert

Tags Kata

Gonjlengan

ANTARA “TUBAGUS” DI BANTEN DAN “SIR” DI INGGRIS

Oleh Gol A Gong Paul Mc Cartney, penyanyi kelompok musik The Beatles dari Liverpool dan Alex Ferguson, menejer tim sepakbola klub Manchester United Inggris tidak menyangka jika kedatangan di Bandara Soekarno Hatta disambut tarian selamat datang “Banten Katuran” persembahan Sanggar Tari Laksana pimpinan Mayang Sari, doktor seni tari satu-satunya milik Banten. Paul yang lahir pada [...]

Share

Full Story | June 29th, 2011

Banten Kuliner

MY BAKSO: RASA BINTANG LIMA, HARGA KAKI LIMA

SERANG—Resto My Bakso yang berada di Jl. KH. Sohari No. 20 B, Pekojan, Serang- Banten, mulai digemari warga Serang dan sekitarnya. Meskipun Resto My Bakso adalah Franchise: merek yang cukup terkenal dan memiliki system duplikasi kesuksesan usaha, berpusat di Surabaya, baru-baru ini sudah ada di Serang, dibuka sejak bulan Desember 2009, adalah satu-satunya usaha Franchise [...]

Share

Full Story | March 27th, 2010

advert

Wisata Banten

ARUNG JERAM: WISATA DAN KEMANUSIAAN

Bagi wisatawan lokal Jabodetabek yang punya nyali dan suka tantangan Arung Jeram Sungai Ciberang-lah pilihannya. Objek wisata alam yang beralamat di Kampung Muhara, Lebak Gedong, Lebak, Banten, ini tak hanya sebagai wahana rekreasi semata. Tapi bisa dijadikan objek wisata olah raga. “Selain tempat wisata kami juga menerima pelatihan atlit Arung Jeram dan Water restque,” kata [...]

Share

Full Story | March 26th, 2010

advert

Cerpen

BARAKAH

Cerpen Langlang Randhawa* Gebleg kamu ini! Masak kamu tidak tahu ayahku!? Atau kamu hanya pura-pura saja. Kebina-bina jika kau tak kenal dia. Hey, kamu, dengarkan baik-baik. Pasang telingamu dan fokuskan hatimu. Lupakan saja soal fatwa arah kiblat yang gosipnya menghadap Spanyol hanya karena negeri matador itu juara piala dunia. Lupakan juga soal ledakan-ledakan hangat dari [...]

Share

Full Story | August 6th, 2010

Novel

TEMBANG KAMPUNG HALAMAN [1]

Oleh Gol A Gong MATAHARI merangkak ke sore hari di kota kecil itu. Sinarnya terang benderang menyelimuti permukaan kota. Mulut langit mengembuskan angin dari sebuah kereta ekonomi yang memasuki stasiun. Dari roda-roda lokomotif tampak asap bergulung-gulung dan bunyi rem berderit, menandakan betapa tuanya umur lokomotif ini. Debu pun beterbangan ke seluruh penjuru, tapi itu tak [...]

Share

Full Story | April 8th, 2010

Puisi

PUISI-PUISI A. GANJAR SUDIBYO

TENTANG BEBERAPA TUKANG BECAK I. “ora et labora” di pertigaan jalan menuju rumah beberapa tukang becak menyemadikan nasib : bagaimana menyeimbangkan doa dan usaha – memejam di tempat duduk masingmasing- II. “nrimo ing pandum” kepasrahan bukanlah pengertian yang bisa diserahkan begitu saja kepada puingan matahari dan purnama mereka mengabadikannya sebagai penanda becak yang telah menerima [...]

Share

Full Story | July 18th, 2010