rumahdunia | Warta Banten | November 2nd, 2009 | No Comments »
SERANG – Proyek perbaikan ruas jalan, tepatnya di Jl. Warung Jaud, terowongan tol Terondol, Serang Banten, yang belum juga selesai mengakibatkan kemacetan setiap harinya, terutama pagi dan menjelang sore. Antrean kendaraan yang didominasi oleh motor itu bahkan memanjang hingga beberapa kilometer. Hal tersebut membuat para pengendara merasa tidak nyaman.
Proyek perbaikan ruas jalan tersebut dinilai warga sangat lambat, sejak hari pertama diperbaiki hingga Senin (2/11), belum juga selesai. Saat ini hanya satu jalur yang bisa dilalui pengendara, itu pun diberlakukan sistem buka tutup. Menurut penuturan warga, jalan tersebut merupakan jalan utama menuju beberapa komplek pemukiman warga, serta sebagai jalan alternatif menuju Banten Lama.
Banyak pengendara yang mengeluhkan kondisi tersebut, setiap harinya volume kendaraan semakin meningkat terutama menjelang sore. “Jika berangkat kerja saya sering terlambat,” ucap Rinto, salah satu pengendara. Sejumlah pengendara berharap, proyek perbaikan jalan di terowongon tol Terondol segera diselesaikan. Selama ini para pengendara juga merasakan was-was harus ekstra hati-hati agar tidak berbenturan dengan pengendara lain. Selain kemacetan, jika musim hujan jalan juga menyebabkan banjir.[]
rumahdunia | Warta Banten | November 2nd, 2009 | No Comments »
CILEGON — Perwakilan serikat buruh dari PT. Asa Bangun Nusantara (ABN) Cilegon pagi tadi (2/11) mendatangi Mapolres Cilegon untuk melaporkan manajemen perusahaan PT. ABN yang dianggap telah menyelewengkan uang pesangon ribuan karyawannya.
Upaya meminta bantuan hukum ini dilakukan para perwakilan tenaga kontrak PT. ABN. Ini merupakan buntut dari aksi demo ribuan karyawan PT. ABN yang dilakukan dua pekan lalu. Para serikat buruh ini menuntut pembayaran uang pesangon yang hingga saat ini belum dibayar.
Menurut Ketua Serikat Buruh PT. ABN Muhari uang pesangon tersebut telah dibayarkan oleh PT. Krakatau Steel kepada manajemen lama PT. ABN namun uang pesangon tersebut tidak diberikan kepada para karyawan. “Dana pesangon tersebut berjumlah 13 milyar rupiah untuk sekitar 1900 karyawan,” katanya.
Di Mapolres Cilegon para serikat buruh ini melakukan audiensi dengan kepala urusan Reskrim Polres Cilegon. Mereka meminta agar pihak anggota kepolisian Polres Cilegon dapat melakukan proses hukum terhadap kasus yang menimpa ribuan karyawan kontrak dari PT. ABN ini.
Muhari juga menegaskan mereka telah dizalimi oleh perusaan PT. ABN yang mengontrak kerja mereka lantaran pihak PT. ABN tidak memiliki itikad untuk memberikan uang pesangon yang menjadi hak karyawan sejak 5 bulan yang lalu. Padahal uang pesangon tersebut telah diberikan oleh pihak PT. Krakatau Steel kepada manajemen PT. ABN sebagaimana perjanjian. (BH)
rumahdunia | Warta Banten | November 2nd, 2009 | No Comments »

photo: ferdiyawardi.wordpress.com/.../13/takut-rokok/
SERANG – Peringatan dilarang merokok di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serang, rupanya tidak berpengaruh bagi para penunggu pasien dan karyawan setempat. Mereka masih saja merokok tanpa peduli himbauan yang terpasang di setiap sudut dan tempat strategis RSUD Serang, Selasa (2/11). Padahal himbauan tersebut dimaksudkan untuk menciptakan kenyamanan dan kebersihan di lingkungan RSUD Serang.
Sejumlah warga, penunggu pasien di RSUD Serang nampak mengabaikan peringatan dilarang merokok yang di pasang pihak rumah sakit itu. Seperti menurut pengakuan Sarto, warga penunggu pasien RSUD Serang. “Sudah tahu. Bahkan beberapa kali pernah kepergok petugas keamanan rumah sakit. Tapi, ketika petugas pergi saya kembali menghisap rokok.” ucapnya.
Sementara pihak RSUD Serang mengaku kesulitan dalam menghimbau keluarga pasien untuk tidak merokok di lingkungan rumah sakit. Padahal upaya-upaya sudah dilakukan seperti memasang stiker dilarang merokok, melalui spanduk, ataupun himbauan langsung lewat pengeras suara setiap harinya.
Dani hamdani, Kepala Keamanan RSUD Serang, berharap, “Melalui spanduk serta poster di setiap sudut ruang rumah sakit ini, diharapkan dapat membuat para pecandu rokok sedikit kurang nyaman. Serta dapat menumbuhkan tingkat kesadaran masyarakat akan bahaya merokok bagi dirinya sendiri maupun lingkungan sekitar.” ujarnya.[]