HILANG MATA PENCAHARIAN, WARGA CIANGIR TOLAK TPST
Gola Gong | Warta Banten | October 31st, 2009 | No Comments »

Anak petani masihkah memiliki masa depan?
TANGERANG – Warga Ciangir, Sabtu (31/10) menolak rencana pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) oleh Pemprov DKI Jakarta. Menurut mereka keberadaan TPST dapat menghilangkan mata pencaharian mereka selama ini, yang menggantungkan hidup dari usaha bertani dan bercocok tanam.
Saat ini lahan seluas hampir 100 hektar milik Pemda DKI Jakarta di desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang masih berupa petak sawah dan perkebunan warga sekitar . Rencananya lahan kosong tersebut akan dijadikan TPST dengan menggunakan teknologi maju oleh Pemda DKI Jakarta. Namun rencana tersebut ditolak mentah mentah warga setempat. Mereka menolak dengan keberadaan TPST justru menghilangkan mata pencaharian mereka sebagai petani dan membuat warga akan menjadi pengangguran. Pasalnya lahan kosong yang dahulu mereka miliki tersebut digunakan warga sebagai tempat bercocok tanam, berupa padi dan sayur mayor.
Menurut Sumanah, warga Ciangir, “Lahan bercocok tanam tersebut kami gunakan untuk menafkahi keluarga dan menyekolahkan anak.”
Warga berharap Pemda DKI Jakarta meninjau kembali rencana pembangunan
TPST Ciangir, sehingga warga dapat mencukupi kebutuhan sehari hari
kembali seperti sedia kala (SA)




Leave a Reply